Skip to main content

KIAT MENJADI ISTERI SHOLIHAH

 1) Mensyukuri pemberian suami

Bersyukur merupakan perintah Allah SWT kepada hambaNya atas segala sesuatu yang yang ada dalam kehidupan, baik itu kebahagiaan atau kesulitan.
Bersyukur dapat menghindarkan kita dari sifat kufur nikmat. Allah SWT berfirman di dalam Al Qur'an akan menambah nikmat dan karuniaNya kepada hambaNya yang senantiasa bersyukur.
Bersyukur atas pemberian suami berapapun besarnya merupakan wujud dari ketaatan kepada perintah Allah SWT. Dan sebagai bentuk terima kasih serta penghargaan atas usaha suami dalam menghidupi keluarga.

2) Menerima kelebihan dan kekurangan suami
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna beserta kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Sebagai hamba Allah SWT harus bisa bersyukur atas kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri dan pasangan kita.
Menerima dan menghargai kelebihan serta kekurangan satu sama lain menghindarkan kita dari sifat saling menuntut.
Berusaha saling melengkapi dan memperbaiki kekurangan dan kelebihan pasangan merupakan wujud ketaatan kepada Allah SWT.

3) Terbuka dan berkomunikasi yang baik dengan suami
Seringkali masalah muncul dalam rumah tangga disebabkan oleh kesalahpahaman.
Untuk menghindari hal tersebut diperlukan sikap saling terbuka dan komunikasi yang baik antara suami dan isteri.
Membiasakan diri saling memberi kabar dan izin pada suami merupakan salah satu contoh menjaga komunikasi yang baik.

4) Lemah lembut dan penuh kasih sayang
Berperilaku dan berbicara yang baik serta menunjukan kasih sayang adalah salah satu bentuk ketaatan isteri pada suami.
Sebagai perempuan sudah menjadi kodratnya untuk sikap dan sifat lemah lembut terlebih kepada suami.
Suami akan merasa dicintai, dihargai dan dihormati kedudukannya sebagai pemimpin rumah tangga. Serta akan menjaga keharmonisan dan kehangatan dalam keluarga.

5) Patuh pada perintah suami
Suami adalah imam atau pemimpin dalam rumah tangga. Mematuhi dan tidak membangkang perintah suami merupakan kewajiban sebagai seorang isteri.
Dalam Islam Allah SWT memerintahkan kepada para isteri untuk mematuhi perintah suami selama perintah tersebut dalam hal kebaikan dan tidak menjauhkan dari Allah SWT.

6) Melayani suami dengan kesabaran
Sabar adalah bentuk dari iman kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk memperkuat kesabaran.
Kesabaran adalah kunci dalam menjalani dan menghadapi kehidupan dengan baik.
Sebagai seorang isteri melayani suami merupakan kewajiban yang harus dilakukan.
Melayani memenuhi keperluan dan kebutuhan suami dengan kesabaran akan mendatangkan ridho Allah SWT. Suami akan merasa sangat bersyukur dengan kesabaran yang telah kita usahakan.

7) Mencari maaf dan ridho suami
Sebagai manusia biasa seorang isteri mempunyai banyak kekurangan dan tidak bisa sempurna dalam menjalankan perannya.
Salah satu bentuk ketaatan istri pada suami adalah senantiasa meminta maaf kepada suami atas kekurangan atau kesalahan yang pernah dilakukan. Meminta izin suami dalam mencari keputusan agar dipermudah dan senantiasa mendapatkan ridho suami.

8) Memberikan apresiasi/penghargaan pada suami
Memberikan apresiasi kepada suami merupakan bentuk penghargaan kepada suami.
Memberikan pujian atas hal-hal kecil dari kebaikan yang telah suami lakukan. Hal ini akan menumbuhkan motivasi untuk menjadi lebih baik dan membangun keharmonisan dalam rumah tangga.

9) Menjaga rahasia suami
Setiap manusia mempunyai privasi yang harus dijaga. Sebagai seorang istri seyogyanya memiliki sifat amanah dalam menjaga privasi atau hal yang menjadi rahasia suami.
Berbicara hal-hal yang baik tentang suami dan menjaga penuh hal pribadi suami dapat menumbuhkan kepercayaan dalam rumah tangga.

10) Membantu meringankan masalah suami
Setiap manusia mempunyai masalahnya masing-masing baik berat ataupun ringan. Sebagai hamba Allah SWT kita dianjurkan untuk bersabar dan tidak berkeluh kesah dalam menghadapinya.
Seorang istri sebaiknya dapat memberikan peran dalam membantu masalah suami.
Senantiasa mendengarkan curahan hati suami adalah hal sederhana yang bisa dilakukan dalam meringankan beban suami.

11) Menghormati suami
Suami adalah imam dalam rumah tangga. Seorang istri adalah makmum bagi suami dan wajib untuk menghormati serta mentaati perintah suami.
Berbicara dan berperilaku dengan sopan dan penuh kasih sayang adalah bentuk penghormatan kepada suami.

12) Menghormati dan menyayangi keluarga suami
Keluarga suami adalah bagian dari keluarga istri yang wajib untuk dihormati terutama orang tua suami. Sebagai seorang istri seyogyanya menyayangi dan menjalin silahturohim yang baik dengan keluarga suami.

13) Saling mengingatkan & ibadah bersama kepada Allah SWT
Allah SWT berfirman "menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT".
Pernikahan merupakan ibadah seumur hidup kepada Allah SWT. Sehingga antara suami dan istri seharusnya dapat saling mengingatkan tentang kebaikan dan ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT. Karena sejatinya tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

14) Menjadi perempuan yang mandiri dan kuat
Mandiri artinya berusaha sendiri semampunya dalam menyelesaikan tugas atau kewajiban yang ada.
Seorang ibu adalah poros dalam keluarga sehingga diperlukan sifat mandiri serta kuat dalam menghadapi kehidupan. Hal ini karena ibu mempunyai kewajiban untuk mengurus keluarga serta memberikan teladan yang baik.

15) Memberikan semangat dan dukungan pada suami
Sebagai pemimpin rumah tangga tanggung jawab suami sangatlah besar yaitu memberikan nafkah keluarga. Oleh karena itu suami perlu mendapatkan semangat dan dukungan dari isteri dan keluarga. Harapannya agar suami dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan penuh keikhlasan sehingga dapat mendatangkan berkah.

16) Menghormati waktu suami untuk sendiri
Setiap manusia terkadang membutuhkan waktu untuk istirahat dan berdamai dengan diri sendiri. Hal ini dapat membangkitkan kembali energi dalam diri agar lebih maksimal dalam menjalankan aktivitas. Begitu pula dengan suami setelah bekerja terkadang membutuhkan waktu untuk sendiri. Sebagai seorang isteri sebaiknya menghargai keputusannya dan tidak mengganggu waktunya.

17) Tidak keluar tanpa seizin suami
Di dalam agama Islam diperintahkan kepada isteri untuk izin kepada suami atas keputusan yang hendak diambil. Termasuk saat hendak keluar rumah isteri harus izin kepada suami. Dan apabila suami tidak memberikan izin kepada isteri hendaknya isteri tetap di rumah dan tidak membantah suami.
18) Instropeksi dan memperbaiki diri di hadapan Allah
Instropeksi kepada diri sendiri itu sangat penting. Hal ini dapat menghindarkan kita dari sifat menyalahkan orang lain. Terus berupaya memperbaiki diri, bertaubat dan mendekatkan diri dengan Allah SWT dapat meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik dalam menghadapi kehidupan.
19) Menutup aurat
Allah SWT memerintahkan kita sebagai muslimah untuk mengenakan hijab dan menutup aurat sesuai dengan syariat. Menutup aurat bagi seorang isteri adalah suatu kewajiban sehingga suami tidak menanggung beban dosa di akhirat kelak.
20) Menjaga pergaulan diri yang baik
Memilih berteman dengan orang sholih akan membuat kita menjadi orang yang baik juga. Penting bagi kita untuk memilih dan menjaga pertemanan yang baik dengan orang yang baik agar memberikan pengaruh yang baik.
21) Merias diri untuk suami
Seorang istri seharusnya bisa menjaga penampilan terutama di hadapan suami. Hal ini dapat menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.
22) Memberikan kasih sayang dan mengasuh anak dengan baik
Penting sebagai orang tua terutama ibu untuk memberikan dan mengajarkan kasih sayang kepada anak. Harapan yang bisa diambil adalah semoga kelak anak bisa menjadi pribadi yang berempati dan suka membantu orang lain. Selain itu juga memperhatikan pola asuh dan memenuhi segala kebutuhan anak adalah satu hal yang dapat dilakukan sebagai isteri shalihah.
23) Mendahulukan hak suami dari yg lainnya
Kewajiban seorang istri adalah taat dan patuh pada suami. Mendahulukan hal suami artinya menjalankan kewajiban kita sebagai seorang istri kepada suami. Namun bukan berati mengenyampingkan kewajiban lainnya terhadap anak dan keluarga.
24) Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan baik
Pekerjaan rumah tangga adalah tugas/kewajiban istri yang harus diselesaikan dengan baik. Sehingga dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Anak Sakit Rawat Inap

Di catatan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan suami sebagai orang tua saat anak sakit. Kejadian ini sudah lama sebenarnya. Saat itu sekitar tahun 2022 anak kami masih berusia 2 tahun. Awal mulanya pada weekend biasanya kami main di taman bermain tidak jauh dari rumah. Di taman tersebut ada kantin atau pujasera. Sambil bermain saya dan suami membeli makanan yang ada disana. Dan memang kami saat itu masih minim pengetahuan tentang kebersihan makanan. Kami membeli makanan dan anak saya memakan sedikit kerupuk ada di makanan yang kita pesan. Mungkin saat itu imun anak saya belum sempurna. Semenjak makan kerupuk itu malam harinya anak saya muntah.   Dini hari sekitar pukul 01.00 anak saya mulai muntah dengan durasi yang cukup sering. Setidaknya setiap setengah jam muntah dan hampir 4-5 kali muntah. Sampai pada akhirnya anak saya sangat lemas. Dan saat itu kami kebingungan untuk mencari tenaga medis karena masih dini hari. Alhamdulillah kami punya kontak bidan yang d...

Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan kedamaian dan ketenangan dalam hati. Jiwa yang bersih tumbuh dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jiwa yang bersih adalah sumber dari kebahagiaan sejati.  Ulama Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dalam ebooknya berjudul "Sepuluh Tips Membersihkan Jiwa"  terjemah dari buku “Asryu Qawaid Fii Tazkiyatun Nafs” menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah membersihkan jiwa sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa rangkuman dari penjelasan Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah. Kaidah Pertama "Tauhid adalah Pokok Penyucian Jiwa" Sesungguhnya tauhid adalah tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa. “ Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  (QS. Adz-Dzariyyat: 56) Tauhid juga merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Sebaga...

Faidah dalam Mendidik Anak (Fadhilatusy Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

Faidah Pertama Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga. Anak adalah buah dari segala manfaat, penopang punggung dan perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah SWT, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46] Faidah Kedua Islam mengakui dan menjamin hak-hak anak, bahkan Islam menjamin hak anak mulai dari semenjak belum dilahirkan, tepatnya mulai dari pemilihan ibu yang shalihah, lalu memperhatikan kondisi ibu saat hamil, memelihara hak hidup anak sejak dalam kandungan sampai lahir di kehidupan. Hak anak yang diakui setelah kelahirannya seperti, memberikan berita gembira dan bersuka cita dengan kehadirannya, mengadzani telinganya, dianjurkan men- tahnik-nya, hak bernasab kepada ayahnya, memilihkan nama yang baik untuknya, aqiqah, mencukur rambutnya lalu bersedekah seberat rambu...