Skip to main content

Menanamkan Cinta kepada Allah SWT

I. Menanamkan Cinta kepada Allah SWT

Hal dasar yang harus ditanamkan kepada anak, adalah cinta kepada Allah SWT. Hal ini merupakan konsekuensi keimanan. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan cinta kepada Allah SWT. Mulai dari diri kita dengan menjadikan Allah sebagai ghoyyah (tujuan) dalam menjalankan seluruh aktivitas kita. 

Beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk menanamkan cinta kepada Allah SWT:

▪️Rutin mengerjakan ibadah wajib, karena dengan melaksanakan ibadah wajib jalan utama menuju kepada Allah SWT.

▪️Membaca dan merenungkan Al Qur'an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

▪️Selalu senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, akan mampu mendatangkan perlindungan dari-Nya, dan dapat melahirkan ketaatan dan ridha, serta dapat menjauhkan dari murka Allah SWT.

▪️ Memahami makna yang terkandung dalam asma dan sifat Allah SWT untuk ditanamkan ke anak dan bersaksi atas kebenaran serta untuk melandasi hidup.

▪️Bersyukur atas kebaikan Allah SWT dan Anugerah-Nya serta nikmat-Nya.
▪️Sering berkumpul dengan orang-orang Sholih Sholihah dan jujur.

II. Menanamkan Iman kepada Allah SWT

Wajib bagi tiap muslim yang berakal sehat untuk mencintai apa yang dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebagaimana juga hal terpenting dalam mendidik anak adalah menanamkan iman kepada Allah SWT. 

Menanamkan iman kepada Allah adalah pekerjaan yang harus dikhtiarkan terus menerus. Ibarat menanam benih, maka benih-benih tauhid itu perlu disiram setiap hari agar bisa tumbuh dengan baik dan kuat. Bisa dengan menjawab setiap pertanyaan anak dengan slipan tauhid didalam nya, mindset yang ditanamkan :

▪️Segala hal baik disukai Allah SWT, dapat mengingatkan pada anak bahwa tindakan atau kesehariannya bisa jadi sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Contoh : ketika anak sedang mengaji, menolong temannya saat terjatuh, makan, mandi, sikat gigi dll bisa dijelaskan bahwa itu tindakan yang disukai Allah. Mengenal Allah dengan cara sederhana dan mudah dimengerti oleh anak.

▪️Allah SWT Maha Penolong, yang harus dikenalkan kepada anak adalah bahwa tiada daya dan upaya selain karena pertolongan Allah.
Bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, contoh: ketika anak menyadari bunda pintar memasak, pandai menyetir motor/mobil, beritahu pekerjaan itu tak akan berhasil tanpa pertolongan Allah. 'Nak, bunda bisa masak enak karena ada Allah SWT yang mampukan'. 'Alhamdulillah, Allah mampukan bunda untuk menyetir mobil supaya bisa menjemput kamu ke sekolah'.

▪️Semua akan kembali pada Allah SWT, bisa ditanamkan ke anak semua hal di dunia adalah fana dan akan kembali pada Allah SWT.
Ketika anak kehilangan sesuatu yang dia sukai, atau kehilangan orang berharga baginya. contoh: ketika anak kehilangan mainan kesukaan nya, ajak anak untuk bicara kepada Allah soal perasaannya, dan betapa penting mainan itu bagi si anak.
Setelah berdoa kepada Allah, ajarkan bahwa seluruh hal di bumi adalah milik Allah dan akan kembali lagi pada-Nya. InsyaAllah bisa membuat anak perlahan mengerti kata ikhlas dan sedikit membantu kesedihannya.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Anak Sakit Rawat Inap

Di catatan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan suami sebagai orang tua saat anak sakit. Kejadian ini sudah lama sebenarnya. Saat itu sekitar tahun 2022 anak kami masih berusia 2 tahun. Awal mulanya pada weekend biasanya kami main di taman bermain tidak jauh dari rumah. Di taman tersebut ada kantin atau pujasera. Sambil bermain saya dan suami membeli makanan yang ada disana. Dan memang kami saat itu masih minim pengetahuan tentang kebersihan makanan. Kami membeli makanan dan anak saya memakan sedikit kerupuk ada di makanan yang kita pesan. Mungkin saat itu imun anak saya belum sempurna. Semenjak makan kerupuk itu malam harinya anak saya muntah.   Dini hari sekitar pukul 01.00 anak saya mulai muntah dengan durasi yang cukup sering. Setidaknya setiap setengah jam muntah dan hampir 4-5 kali muntah. Sampai pada akhirnya anak saya sangat lemas. Dan saat itu kami kebingungan untuk mencari tenaga medis karena masih dini hari. Alhamdulillah kami punya kontak bidan yang d...

Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan kedamaian dan ketenangan dalam hati. Jiwa yang bersih tumbuh dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jiwa yang bersih adalah sumber dari kebahagiaan sejati.  Ulama Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dalam ebooknya berjudul "Sepuluh Tips Membersihkan Jiwa"  terjemah dari buku “Asryu Qawaid Fii Tazkiyatun Nafs” menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah membersihkan jiwa sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa rangkuman dari penjelasan Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah. Kaidah Pertama "Tauhid adalah Pokok Penyucian Jiwa" Sesungguhnya tauhid adalah tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa. “ Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  (QS. Adz-Dzariyyat: 56) Tauhid juga merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Sebaga...

Faidah dalam Mendidik Anak (Fadhilatusy Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

Faidah Pertama Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga. Anak adalah buah dari segala manfaat, penopang punggung dan perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah SWT, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46] Faidah Kedua Islam mengakui dan menjamin hak-hak anak, bahkan Islam menjamin hak anak mulai dari semenjak belum dilahirkan, tepatnya mulai dari pemilihan ibu yang shalihah, lalu memperhatikan kondisi ibu saat hamil, memelihara hak hidup anak sejak dalam kandungan sampai lahir di kehidupan. Hak anak yang diakui setelah kelahirannya seperti, memberikan berita gembira dan bersuka cita dengan kehadirannya, mengadzani telinganya, dianjurkan men- tahnik-nya, hak bernasab kepada ayahnya, memilihkan nama yang baik untuknya, aqiqah, mencukur rambutnya lalu bersedekah seberat rambu...