Skip to main content

Menerapkan Pendidikan Islam kepada Anak

 I. Pentingnya Menanamkan Akidah

Akidah merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Para Nabi dan Rasul pun telah menyeru kepada anak pada akidah yang lurus dengan menanamkan pemahaman akidah sejak dini. 

Keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama dikenal oleh anak. Sehingga dalam lingkungan keluargalah kehidupan islami mulai diterapkan. Diharapkan anak berdampak pada sikap berakhlak mulia, percaya diri, serta menjadi panutan, yang sekaligus akan mempengaruhi perkembangannya.

Bagi anak, orang tua merupakan figur atau contoh yang akan selalu ditiru oleh anak. Untuk itu, orang tua harus mampu memberi contoh yang baik pada anak-anaknya.

▪️Mengenalkan Allah SWT
Bisa dilakukan dengan belajar dekatkan mereka dengan kisah-kisah atau cerita yang mengesakan Allah Ta'ala. Misal, dengan membaca, mendengar serta memahami Al-Quran dan terjemahannya sehingga anak tahu siapa yang harus dituju untuk beribadah atau memohon pertolongan.

▪️Melaksanakan Perintah Allah
Beribadah dan beramal sholeh membuat anak semakin dekat dengan-Nya. Membuat anak menyadari kehadiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari termasuk membimbing, memberi pertolongan disaat kesulitannya.


II. Peran Orangtua Mengenalkan Anak Tentang Allah

Iman kepada Allah SWT adalah hal yang harus ditanamkan pada anak sejak dini. Dikaruniai buah hati memang merupakan anugerah yang indah, sekaligus tanggung jawab yang juga besar. Orang tua mempunyai peran dalam mengenalkan anak kepada Maha Pencipta Allah SWT. Peran orang tua adalah tugas yang harus dijalankan dan berlangsung seumur hidup.

Mengajarkan anak dalam bertauhid adalah meyakini bahwa Allah lah satu-satunya yang berhak disembah, dengan mengajak anak untuk:

▪️Senantiasa menyembah hanya kepada Allah SWT
▪️Tulus ikhlas mengharap ridha dan pahala dari-Nya
▪️Takut akan azab Allah SWT
▪️Memberikan cinta terbaik hanya kepada Allah SWT
▪️Menggantungkan diri & harapan kepada Allah SWT

Orang tua juga harus meyakinkan kepada anak bahwa Allah SWT telah mengabulkan permohonannya dan mendapatkan apa yang diinginkan.

III. Mendidik Anak Dalam Islam Sejak Dini

Di dalam Islam, pendidikan usia dini dapat menentukan langkah awal hidup si buah hati.

"Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam) maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi" (H.R Bukhari)

Yang utama orang tua lakukan adalah:
▪️Tauhid adalah landasan Islam yang paling penting. Oleh sebab itu, orang tua mengajarkan pendidikan tauhid pada anak merupakan kewajiban yang mutlak dan paling utama.

▪️Pendidikan dalam keluarga merupakan madrasah pertama, salah satunya adab dan akhlak yang dapat dijadikan pondasi bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan mereka nantinya. Misalnya adab dan akhlak kepada Allah SWT (tidak berlaku syirik), adab dan akhlak Rasulullah (melaksanakan sunah-sunahnya), serta adab dan akhlak kepada sesama manusia.

▪️Mengajarkan anak beribadah, memperkenalkan agama pada anak sejak dini sangat penting. Bisa dilakukan dengan cara selalu menyertakan anak dalam kegiatan ibadah. InsyaAllah anak terbiasa beribadah sejak dini maka kebiasaan itu bisa terbawa sampai mereka tumbuh besar.

▪️Orang tua perlu bersikap lembut dan mengasihi anak, tapi perlu juga bersikap tegas mendidik anak, selanjutnya bisa menetapkan konsekuensi apa yang akan anak dapatkan jika melanggar aturan. Orang tua harus bisa menjadi teman yang penuh kasih sayang untuk si buah hati.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Anak Sakit Rawat Inap

Di catatan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan suami sebagai orang tua saat anak sakit. Kejadian ini sudah lama sebenarnya. Saat itu sekitar tahun 2022 anak kami masih berusia 2 tahun. Awal mulanya pada weekend biasanya kami main di taman bermain tidak jauh dari rumah. Di taman tersebut ada kantin atau pujasera. Sambil bermain saya dan suami membeli makanan yang ada disana. Dan memang kami saat itu masih minim pengetahuan tentang kebersihan makanan. Kami membeli makanan dan anak saya memakan sedikit kerupuk ada di makanan yang kita pesan. Mungkin saat itu imun anak saya belum sempurna. Semenjak makan kerupuk itu malam harinya anak saya muntah.   Dini hari sekitar pukul 01.00 anak saya mulai muntah dengan durasi yang cukup sering. Setidaknya setiap setengah jam muntah dan hampir 4-5 kali muntah. Sampai pada akhirnya anak saya sangat lemas. Dan saat itu kami kebingungan untuk mencari tenaga medis karena masih dini hari. Alhamdulillah kami punya kontak bidan yang d...

Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan kedamaian dan ketenangan dalam hati. Jiwa yang bersih tumbuh dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jiwa yang bersih adalah sumber dari kebahagiaan sejati.  Ulama Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dalam ebooknya berjudul "Sepuluh Tips Membersihkan Jiwa"  terjemah dari buku “Asryu Qawaid Fii Tazkiyatun Nafs” menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah membersihkan jiwa sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa rangkuman dari penjelasan Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah. Kaidah Pertama "Tauhid adalah Pokok Penyucian Jiwa" Sesungguhnya tauhid adalah tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa. “ Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  (QS. Adz-Dzariyyat: 56) Tauhid juga merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Sebaga...

Faidah dalam Mendidik Anak (Fadhilatusy Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

Faidah Pertama Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga. Anak adalah buah dari segala manfaat, penopang punggung dan perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah SWT, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46] Faidah Kedua Islam mengakui dan menjamin hak-hak anak, bahkan Islam menjamin hak anak mulai dari semenjak belum dilahirkan, tepatnya mulai dari pemilihan ibu yang shalihah, lalu memperhatikan kondisi ibu saat hamil, memelihara hak hidup anak sejak dalam kandungan sampai lahir di kehidupan. Hak anak yang diakui setelah kelahirannya seperti, memberikan berita gembira dan bersuka cita dengan kehadirannya, mengadzani telinganya, dianjurkan men- tahnik-nya, hak bernasab kepada ayahnya, memilihkan nama yang baik untuknya, aqiqah, mencukur rambutnya lalu bersedekah seberat rambu...