Sudah sekitar seminggu ini saya merehatkan diri. Namun bukan berarti tidak sama sekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan itu harus tetap dikerjakan meskipun tidak sempurna. Namanya juga ibu rumah tangga pasti tidak ada liburnya.
Beberapa acara keluarga semenjak Idul fitri hingga bulan ini terus datang bergantian. Beberapa acara memang sangat menguras energi terlebih untuk acara seperti ini banyak berkumpul dengan keluarga, saudara dan orang. Hal ini cukup membuat tipe introvert seperti saya merasa sangat melelahkan.
Dimulai dari hari raya Idul Fitri kemarin. Semua pasti senang diawali dengan menyambut Ramadhan, lalu disusul hari kemenangan Idul Fitri. Begitupun dengan saya juga sangat bahagia bersyukur dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Di sisi lain tentu ada kesedihan yang mendalam karena sudah tiga tahun ini merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran Alm Ibu di tengah kita semua. Alhamdulillah satu-satunya kakak ku yang di Surabaya datang di Idul Fitri tahun ini. Sehingga suasana di rumah tidak begitu sepi.
Bertemu dengan banyak orang, bersilaturahim di berbagai tempat merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan mental dan fisiknya. Setelah menjadi IRT, sepertinya tingkat introvert saya bertambah. Maklum untuk sekarang pun juga sosialisasi terbatas karena kebanyakan mengerjakan pekerjaan di rumah. Sehingga bertemu dengan orang banyak merupakan hal yang memerlukan energi lebih.
Setelah Idul Fitri beberapa hari kemudian aku sempatkan berlibur. Bukan liburan yang mahal, hanya sekedar melihat alam seperti sawah, gunung, pantai, hal seperti ini sudah sangat membuat segar kembali. Justru apabila berlibur di daerah kota seperti ke mall atau pusat keramaian ataupun perbelanjaan membuat saya merasa kurang bisa maksimal dalam refreshing.
Kecintaan melihat alam membuat kita bisa merasa lebih bersyukur dan takjub dengan kebesaran ciptaan Allah SWT.
Setelah 7 hari raya Idul Fitri selesai tiba di daerah tempat tinggal kami ada hari raya Syawal atau juga disebut hari raya ketupat. Perayaan ini adalah tradisi di daerah kami sejak dulu yang digagas dari sesepuh tokoh agama di pondok pesantren di daerah kami. Orang dari berbagai daerah banyak berdatangan untuk silatutahim di daerah kami dengan menikmati hidangan berbagai macam masakan ketupat yang disediakan di rumah-rumah warga.
Kemacetanpun sering terjadi karena begitu besarnya antusias orang-orang untuk merayakan hari raya ketupat ini.
Begitupun di rumah kami dari dulu sejak sebelum Alm Ibu meninggal juga selalu menyediakan masakan ketupat. Tamu yang datang ke rumah kami juga lumayan banyak seperti saudara jauh dan dekat maupun sahabat dari orang tua dan keluarga.
Alhasil di perayaan ini pun saya juga menyiapkannya dan harus lebih kuat lagi karena saat ini aku tidak ada yang membantu. Tante dan saudara yang biasa membantu saat itu terpaksa ada acara di keluarga lain. Ini adalah kali pertama aku menyiapkan hari raya ketupat sendiri. Meski begitu untuk masakan sudah ada yang dipesan. Namun tetap saja rasanya sangat melelahkan baik fisik maupun mental.
Banyak tamu yang datang di rumah walaupun tidak sebanyak dulu saat masih ada Alm Ibu. Akhirnya saya harus berjuang meredam keintrovertan ini dan menyambut tamu yang datang. Sebelumnya saat masih ada Ibu biasanya saya tidak terlalu menyambut tamu dan lebih sering membantu di dapur. Namun sekarang keadaan memaksa saya harus bisa melewati ini semua paling tidak menggantikan sosok Alm Ibu di rumah sebisa yang saya lakukan. Meskipun sangat jauh dari kebaikan Alm Ibu. Dan bersyukur meskipun banyak hal-hal yang berat akhirnya acara ini bisa terlewati.
Selang sekitar seminggu kemudian badan saya mulai sakit. Mungkin juga karena kecapekan menjalani aktivitas. Namun sakit ini baru pertama kali saya alami. Saat itu malam hari saya sempatkan mencuci baju sebentar. Dan pada saat tengah malam rasanya dada ini sangat nyeri seperti tertusuk dan sakit untuk bernafas. Mungkin ini yang dinamakan angin duduk. Rasa sakit ini baru pertama kali saya alami. Begitu sakit di dada hingga saya sudah berdoa dan pasrah. Oleh suami saya diolesi penghangat dan dibekam angin. Alhamdulillah meskipun tidak langsung pulih perlahan mulai sembuh dalam waktu seharian.
Alhamdulillah bersyukur saya merasa terapi bekam ini sangat membantu dan beemanfaat sekali dalam kesehatan. Karena mungkin angin yang ada di dada itu tidak mudah untuk dikeluarkan.
Setelah melewati masa sakit itu tiba untuk menjalani acara selanjutnya. Yaitu selamatan 3 tahunan Alm Kakek saya. Saya juga usahakan untuk membantu nyambi momong anak juga.
Selang sebulan kemudian tiba acara 3 tahunan Alm Ibu saya. Acara peringatan wafat dari keluarga saya memang beruntun. Karena waktu pandemi itu pertama yang meninggal adalah paman saya di bulan Agustus, disusul Kakek di bulan September dan Alm Ibu di bulan Oktober. Ujian ini merupakan ujian yang berat menimpa keluarga besar kami terkhusus juga keluarga saya.
Alhamdulillah acara peringatan 3 tahun wafat Ibu berjalan lancar meskipun juga ada beberapa drama biasa. Alhamdulillah saya pribadi bisa melewati beberapa acara yang lumayan singkat waktunya. Bagi saya bisa menjalani ini semua merupakan anugerah yang besar. Karena saya dengan tipe pribadi yang introvert tentu membutuhkan banyak energi dan kekuatan mental untuk bisa menghadapinya. Bersyukur ada suami yang selaku men support dan dukungan keluarga juga.
Bagaimanapun peran seorang Ibu memang yang paling utama adalah merawat anak dan suami. Namun ibu juga punya peran sebagai anak, adik, cucu dan peran lainnya di sosial ataupun keluarga.
Serangkaian acara ini bukan tanpa tantangan untuk bisa melewatinya. Jatuh bangun dan usaha yang ekstra apalagi saya juga harus tetap menjaga mental untuk bisa merawat keluarga kecil saya. Bahkan setelah semua rangkaian acara selesai saya sempat konseling online ke psikolog. Dan alhamdulillah ini sangat membantu saya lebih kuat dalam menghadapi hari-hari ke depan. Lebih bisa ikhlas dan menerima keadaan. Terkadang saat kita merasa benar-benar terekan kita hanya butuh bercerita dan didengar tanpa harus dihakimi. Dari sini saya sadar bahwa memang penting juga sesekali kita berkonsultasi dengan ahlinya. Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan atas ikhtiar dan kerja keras kita Amin.
Comments
Post a Comment