Skip to main content

Catatan Ibu Rumah Tangga Serba-serbi Makanan & Masakan

Kehidupan sehari-hari ibu rumah tangga  berjibaku dengan urusan rumah. Kegiatan yang terus berulang dan tidak ada kata libur kecuali diri ini memaksa untuk libur.

Mulai dari mengurus suami, keperluan anak, beberes rumah, menyiapkan semua keperluan rumah tangga dan banyak lagi pekerjaan lainnya.


Ibu rumah tangga itu harus lebih kuat secara fisik. Karena kita dituntut untuk kerja keras secara fisik. Dengan fisik yang kuat ibu bisa lebih maksimal dalam mengurus keluarganya. Bagi ibu-ibu yang ingin keluarganya terjaga asupan makanan dan kebersihannya pasti akan lebih memilih masak sendiri di rumah. Tapi saya yakin pada dasarnya semua ibu ingin menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dikonsumsi keluarganya. 


Hanya saja ada ibu yang bisa meluangkan waktunya untuk memasak sendiri ada juga ibu yang tidak bisa memasak sendiri. Alasannya bisa karena sibuk sehingga tidak ada waktu atau alasannya lainnya.


Kadang memasak itu sendiri sudah sangat menyita waktu dan tenaga. Bagi saya pribadi sebagai irt memang waktu dan tenaga cukup untuk bisa memasak sendiri. Namun tak dipungkiri irt juga manusia yang juga bisa merasa sangat lelah. Apalagi yang masih punya anak toodler pasti lebih banyak lagi kesibukannya di rumah. Sehingga saya sendiri juga tidak serutin itu yang setiap hari menunya dari masakan sendiri. 


Sebenarnya lebih ke usaha semaksimal mungkin untuk bisa mengolah masakan sendiri di rumah. Jika dirasa ada hal-hal yang seperti ibu sakit atau anak sakit ataupun mau bepergian tentu saya memilih untuk membeli makanan di luar. Namun untuk membeli makanan di luar pun saya sangat hati-hati dan memperhatikan tempatnya dan kebersihannya. InshaAllah jika tidak bepergian jauh jarang untuk membeli makanan yang tidak pernah saya beli. Biasanya saya sudah langganan di 2 atau 3 tempat yang saya anggap bersih. 


Namun saat bepergian dan mungkin tidak membawa bekal makanan itu juga diusahakan tidak sembarang memilih tempat makan. Sebisa mungkin demi menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Akan tetapi kembali lagi makanan yang dimasak sendiri itu jauh berkali-kali lipat lebih sehat. 


Karena sudah pernah pengalaman mengajak main anak katakanlah di pujasera ada tempat bermain juga. Saat itu saya dan suami makan rujak dan anak saya mencicipi kerupuknya. 


Alhasil dini hari dari kejadian itu anak saya muntaber dan akhirnya harus dirawat inap selama 3 hari. Sungguh pengalaman yang sangat menyedihkan bagi kami yang saat itu anak kami masih berusia 2 tahun. 


Sejak saat itu kami lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi makanan terlebih untuk sikecil.


Namun apapun itu pilahannya paling baik memang masakan ibu sendiri di rumah. Jadi memang ibu boleh saja istirahat memasak namun juga harus tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi keluarga.


Hidup sehat dengan menjaga pola makan yang sehat dan bersih adalah bentuk investasi yang sangat berharga. Jadi sebisa mungkin sayangi diri kita dan keluarga dengan makanan sehat dan bersih. 

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Anak Sakit Rawat Inap

Di catatan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan suami sebagai orang tua saat anak sakit. Kejadian ini sudah lama sebenarnya. Saat itu sekitar tahun 2022 anak kami masih berusia 2 tahun. Awal mulanya pada weekend biasanya kami main di taman bermain tidak jauh dari rumah. Di taman tersebut ada kantin atau pujasera. Sambil bermain saya dan suami membeli makanan yang ada disana. Dan memang kami saat itu masih minim pengetahuan tentang kebersihan makanan. Kami membeli makanan dan anak saya memakan sedikit kerupuk ada di makanan yang kita pesan. Mungkin saat itu imun anak saya belum sempurna. Semenjak makan kerupuk itu malam harinya anak saya muntah.   Dini hari sekitar pukul 01.00 anak saya mulai muntah dengan durasi yang cukup sering. Setidaknya setiap setengah jam muntah dan hampir 4-5 kali muntah. Sampai pada akhirnya anak saya sangat lemas. Dan saat itu kami kebingungan untuk mencari tenaga medis karena masih dini hari. Alhamdulillah kami punya kontak bidan yang d...

Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan kedamaian dan ketenangan dalam hati. Jiwa yang bersih tumbuh dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jiwa yang bersih adalah sumber dari kebahagiaan sejati.  Ulama Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dalam ebooknya berjudul "Sepuluh Tips Membersihkan Jiwa"  terjemah dari buku “Asryu Qawaid Fii Tazkiyatun Nafs” menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah membersihkan jiwa sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa rangkuman dari penjelasan Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah. Kaidah Pertama "Tauhid adalah Pokok Penyucian Jiwa" Sesungguhnya tauhid adalah tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa. “ Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  (QS. Adz-Dzariyyat: 56) Tauhid juga merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Sebaga...

Faidah dalam Mendidik Anak (Fadhilatusy Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

Faidah Pertama Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga. Anak adalah buah dari segala manfaat, penopang punggung dan perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah SWT, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46] Faidah Kedua Islam mengakui dan menjamin hak-hak anak, bahkan Islam menjamin hak anak mulai dari semenjak belum dilahirkan, tepatnya mulai dari pemilihan ibu yang shalihah, lalu memperhatikan kondisi ibu saat hamil, memelihara hak hidup anak sejak dalam kandungan sampai lahir di kehidupan. Hak anak yang diakui setelah kelahirannya seperti, memberikan berita gembira dan bersuka cita dengan kehadirannya, mengadzani telinganya, dianjurkan men- tahnik-nya, hak bernasab kepada ayahnya, memilihkan nama yang baik untuknya, aqiqah, mencukur rambutnya lalu bersedekah seberat rambu...