Kehidupan sehari-hari ibu rumah tangga berjibaku dengan urusan rumah. Kegiatan yang terus berulang dan tidak ada kata libur kecuali diri ini memaksa untuk libur.
Mulai dari mengurus suami, keperluan anak, beberes rumah, menyiapkan semua keperluan rumah tangga dan banyak lagi pekerjaan lainnya.
Ibu rumah tangga itu harus lebih kuat secara fisik. Karena kita dituntut untuk kerja keras secara fisik. Dengan fisik yang kuat ibu bisa lebih maksimal dalam mengurus keluarganya. Bagi ibu-ibu yang ingin keluarganya terjaga asupan makanan dan kebersihannya pasti akan lebih memilih masak sendiri di rumah. Tapi saya yakin pada dasarnya semua ibu ingin menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dikonsumsi keluarganya.
Hanya saja ada ibu yang bisa meluangkan waktunya untuk memasak sendiri ada juga ibu yang tidak bisa memasak sendiri. Alasannya bisa karena sibuk sehingga tidak ada waktu atau alasannya lainnya.
Kadang memasak itu sendiri sudah sangat menyita waktu dan tenaga. Bagi saya pribadi sebagai irt memang waktu dan tenaga cukup untuk bisa memasak sendiri. Namun tak dipungkiri irt juga manusia yang juga bisa merasa sangat lelah. Apalagi yang masih punya anak toodler pasti lebih banyak lagi kesibukannya di rumah. Sehingga saya sendiri juga tidak serutin itu yang setiap hari menunya dari masakan sendiri.
Sebenarnya lebih ke usaha semaksimal mungkin untuk bisa mengolah masakan sendiri di rumah. Jika dirasa ada hal-hal yang seperti ibu sakit atau anak sakit ataupun mau bepergian tentu saya memilih untuk membeli makanan di luar. Namun untuk membeli makanan di luar pun saya sangat hati-hati dan memperhatikan tempatnya dan kebersihannya. InshaAllah jika tidak bepergian jauh jarang untuk membeli makanan yang tidak pernah saya beli. Biasanya saya sudah langganan di 2 atau 3 tempat yang saya anggap bersih.
Namun saat bepergian dan mungkin tidak membawa bekal makanan itu juga diusahakan tidak sembarang memilih tempat makan. Sebisa mungkin demi menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Akan tetapi kembali lagi makanan yang dimasak sendiri itu jauh berkali-kali lipat lebih sehat.
Karena sudah pernah pengalaman mengajak main anak katakanlah di pujasera ada tempat bermain juga. Saat itu saya dan suami makan rujak dan anak saya mencicipi kerupuknya.
Alhasil dini hari dari kejadian itu anak saya muntaber dan akhirnya harus dirawat inap selama 3 hari. Sungguh pengalaman yang sangat menyedihkan bagi kami yang saat itu anak kami masih berusia 2 tahun.
Sejak saat itu kami lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi makanan terlebih untuk sikecil.
Namun apapun itu pilahannya paling baik memang masakan ibu sendiri di rumah. Jadi memang ibu boleh saja istirahat memasak namun juga harus tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi keluarga.
Hidup sehat dengan menjaga pola makan yang sehat dan bersih adalah bentuk investasi yang sangat berharga. Jadi sebisa mungkin sayangi diri kita dan keluarga dengan makanan sehat dan bersih.
Comments
Post a Comment