Skip to main content

Pentingnya Budgeting dalam Rumah Tangga

Beberapa hari yang lalu aku dikejutkan dengan jumlah nominal yang ada di tabungan. Dalam jangka waktu 2-3 bulan ini tabungan banyak sekali terpakai. Alhasil aku harus mulai instropeksi kenapa begitu banyak pengeluaran.


Alhamdulillah selama ini suamiku memeberi nafkah yang cukup untuk kami hidup dan menabung meski tidak banyak. Sebenarnya banyak sedikit itu adalah subjektif. Dan yang terpenting adalah keberkahannya. Selama ini aku berusaha menahan diri untuk tidak membeli sesuatu diluar kebutuhan. Normal jika seorang wanita pasti ada keinginan untuk membeli baju, skin care, perhiasan atau aksesoris lain. Namun selama ini aku tidak diajarkan hal tersebut oleh Almaruhum Ibu, sehingga akupun tidak menerapkannya.


Namun beberapa bulan ini aku memang sedikit merasa jenuh dengan aktifitas sebagai ibu rumah tangga. Sebelum menikah aku terbiasa bekerja sehingga melakukan pekerjaan rumah tangga perlu adanya adaptasi. Karena ingin refreshing dalam rentang waktu tersebut aku sering mengajak pak suami untuk bepergian. Bahkan di akhir tahun ini aku pergi ke malang tempat aku dan pak suami kuliah, dimana jaraknya cukup jauh dan memakan waktu sekitar 4 jam an dari daerah kami. Kami hanya menginap sehari dan total pengeluaran hampir 1 juta sudah dengan bbm untuk mobil.


Tidak hanya ke kota malang, beberapa hari kemudian aku bepergian entah itu tempat bermain atau ke taman, pantai dan ke kota dekat daerah kami. Alhasil tidak terasa kami sering ambil uang dari atm untuk beli bbm. Untuk beli-beli sebenarnya tidak banyak hanya mungkin makan karena aku merasa lelah masak dan itu juga cukup banyak mengeluarkan biaya. 


Beberapa kebutuhan lain seperti susu, pampers dan belanja kebutuhan bulanan juga terhitung cukup banyak. Bulan kemarin juga Adik baru pertama kalinya mulai aku titipkan ke daycare agar ada pengalaman belajar dan bermain sebelum masuk sekolah. Biaya daycare ini juga lumayan mahal karena aku ambil yang harian. Maksud dari memilih harian adalah karena belum tentu dalam sebulan full aku titipan Adik ke daycare. Biasanya aku titipkan disaat aku sedang banyak pekerjaan di rumah saja.


Alhamdulillah dari pengalaman beberapa bulan ini hikmah yang bisa diambil adalah aku mulai berusaha budgeting mengatur keuangan dan menentukan biaya maksimal yang bisa dileluarkan tanpa harus menguras tabungan dan tetap bisa sedekah. Aku memang belum menerapkan budgeting yang baik dan benar, minimal ada target maksimal yang aku keurkan per hari dan aku mulai catat pengeluaran harian. Mungkin ini sangat sederhana dan sepele namun ternyata di aku lumayan cukup bermanfaat sebagai alarm untuk mengatur keuangan.


Sebenarnya ingin sekali belajar budgeting yang benar. Namun aku sadar bahwa setiap orang punya keterbatasan dan kelebihan masing-masing. Tidak menutup kemungkinan aku untuk tetap belajar lagi tentang budgeting yang lebih baik. Namun untuk permulaan dan sebagai alarm tidak ada salahnya untuk melakukan langkah sederhana ini. 


Memang budgeting itu penting sekali apalagi jika sudah berumah tangga. Mengingat juga banyak biaya penting untuk masa depan yang harus disiapkan seperti pendidikan anak dan kesehatan. Namun lebih penting juga untuk tetap berhemat dalam mengeluarkan biaya. Menentukan mana yang memang benar- benar dibutuhkan dan menjadi prioritas. Kurangi pengeluaran yang memang tidak begitu dibutuhkan atau jika ada alternatif lain yang lebih menekan biaya bisa menjadi pilhan terbaik.


Bagiku budgeting merupakan langkah awal dari hidup hemat dan lebih sehat dalam keuangan. Dan yang paling penting mengajarkan kita untuk tetap qanaah dan bersedekah dalam keadaan apapun. Karena aku sangat yakin rezeki dari Allah sudah diatur dan ada hak orang lain dalam setiap harta kita. Bersedekah bukan berarti berkurang harta kita namun bersedekah merupakan tabungan dan investsai yang sesungguhnya.


From Blogger iPhone client

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Anak Sakit Rawat Inap

Di catatan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya dan suami sebagai orang tua saat anak sakit. Kejadian ini sudah lama sebenarnya. Saat itu sekitar tahun 2022 anak kami masih berusia 2 tahun. Awal mulanya pada weekend biasanya kami main di taman bermain tidak jauh dari rumah. Di taman tersebut ada kantin atau pujasera. Sambil bermain saya dan suami membeli makanan yang ada disana. Dan memang kami saat itu masih minim pengetahuan tentang kebersihan makanan. Kami membeli makanan dan anak saya memakan sedikit kerupuk ada di makanan yang kita pesan. Mungkin saat itu imun anak saya belum sempurna. Semenjak makan kerupuk itu malam harinya anak saya muntah.   Dini hari sekitar pukul 01.00 anak saya mulai muntah dengan durasi yang cukup sering. Setidaknya setiap setengah jam muntah dan hampir 4-5 kali muntah. Sampai pada akhirnya anak saya sangat lemas. Dan saat itu kami kebingungan untuk mencari tenaga medis karena masih dini hari. Alhamdulillah kami punya kontak bidan yang d...

Membersihkan Jiwa

Jiwa yang bersih akan melahirkan kedamaian dan ketenangan dalam hati. Jiwa yang bersih tumbuh dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jiwa yang bersih adalah sumber dari kebahagiaan sejati.  Ulama Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dalam ebooknya berjudul "Sepuluh Tips Membersihkan Jiwa"  terjemah dari buku “Asryu Qawaid Fii Tazkiyatun Nafs” menjelaskan bagaimana kaidah-kaidah membersihkan jiwa sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa rangkuman dari penjelasan Syaikh Abdurrazaq Ibn Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah. Kaidah Pertama "Tauhid adalah Pokok Penyucian Jiwa" Sesungguhnya tauhid adalah tujuan kita diciptakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa. “ Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu"  (QS. Adz-Dzariyyat: 56) Tauhid juga merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Sebaga...

Faidah dalam Mendidik Anak (Fadhilatusy Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

Faidah Pertama Anak adalah nikmat yang agung, anugerah yang bernilai dan karunia yang besar, yang merupakan salah satu nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Yang haruslah disyukuri, dipelihara dan dijaga. Anak adalah buah dari segala manfaat, penopang punggung dan perhiasan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah SWT, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia." [QS al-Kahfi : 46] Faidah Kedua Islam mengakui dan menjamin hak-hak anak, bahkan Islam menjamin hak anak mulai dari semenjak belum dilahirkan, tepatnya mulai dari pemilihan ibu yang shalihah, lalu memperhatikan kondisi ibu saat hamil, memelihara hak hidup anak sejak dalam kandungan sampai lahir di kehidupan. Hak anak yang diakui setelah kelahirannya seperti, memberikan berita gembira dan bersuka cita dengan kehadirannya, mengadzani telinganya, dianjurkan men- tahnik-nya, hak bernasab kepada ayahnya, memilihkan nama yang baik untuknya, aqiqah, mencukur rambutnya lalu bersedekah seberat rambu...